ERGA DIGITAL MULTIMEDIA
CREATE - CAPTURE - BROADCAST

KH. Lubabul Fuad dan Gus M. Khoirul Anwari meriahkan Haul Bapak Tasri dan Ibu Tuminah di Pringapus

KH. Lubabul Fuad dan Gus M. Khoirul Anwari hadir dalam Haul Bp Tasri dan Ibu Tuminah di Kemasan, Pringapus. Ratusan jamaah larut dalam sholawat.

198,856

KEMASAN, KLEPU, PRINGAPUS — KH. Lubabul Fuad dan Gus M. Khoirul Anwari hadir dalam Pengajian dan Sholawat dalam rangka Haul BP Tasri dan Ibu Tuminah yang digelar di Dusun Kemasan, Klepu, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang, Sabtu malam, 8 Agustus 2026.

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 19.30 WIB tersebut dihadiri Ratusan jamaah. Mereka datang tidak hanya dari lingkungan sekitar Kemasan, tetapi juga dari sejumlah wilayah di Kecamatan Pringapus, termasuk keluarga, kerabat jauh, serta masyarakat sekitar yang turut menghadiri majelis tersebut.

KH Lubabul Fuad dan Gus M Khoirul Anwari dalam Haul BP Tasri dan Ibu Tuminah di Pringapus

Cuaca yang cerah semakin mendukung suasana acara. Sejak sore, lingkungan sekitar lokasi mulai dipadati aktivitas persiapan. Masyarakat dan keluarga penyelenggara terlihat bergotong royong memastikan seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan baik.

Jamaah Larut dalam Majelis Sholawat

Sebelum memasuki sesi tausiyah, jamaah terlebih dahulu mengikuti majelis sholawat bersama Gus M. Khoirul Anwari dengan iringan Hadrah MMA dari Mbalongsari, Pringapus.

Suasana pun berubah semakin semarak ketika lantunan sholawat mulai menggema.

Jamaah yang hadir tidak sekadar menjadi penonton. Mereka ikut larut dalam lantunan sholawat dan mengikuti setiap bagian dengan kompak. Ratusan jamaah bersholawat bersama, menciptakan suasana yang khidmat sekaligus penuh energi kebersamaan.

KH Lubabul Fuad dan Gus M Khoirul Anwari dalam Haul BP Tasri dan Ibu Tuminah di Pringapus

Perpaduan suara jamaah dengan iringan hadrah membuat sesi sholawatan menjadi salah satu momen yang paling terasa dalam rangkaian kegiatan malam tersebut.

Bagi masyarakat, majelis seperti ini bukan hanya menjadi bagian dari rangkaian acara haul, tetapi juga menjadi momentum untuk berkumpul, bersholawat, dan mempererat tali silaturahmi.

Menghadirkan KH. Lubabul Fuad dan Gus M. Khoirul Anwari

Setelah sesi sholawatan, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan tausiyah yang menghadirkan KH. Lubabul Fuad dan Gus M. Khoirul Anwari.

Pesan-pesan keagamaan yang disampaikan menjadi bagian penting dari momentum haul, mengajak jamaah untuk terus menjaga hubungan dengan Allah SWT, memperkuat silaturahmi, serta mengambil pelajaran dari kehidupan orang-orang yang telah mendahului.

Haul Bp Tasri dan Ibu Tuminah pada akhirnya tidak hanya menjadi kegiatan untuk mengenang dan mendoakan keluarga yang telah berpulang, tetapi juga menjadi ruang bertemunya keluarga besar dan masyarakat dalam suasana religius.

KH. Lubabul Fuad dan Gus M. Khoirul Anwari meriahkan acara Haul BP Tasri dan Ibu Tuminah di Kemasan, Klepu, Pringapus.

KH. Lubabul Fuad dan Gus M. Khoirul Anwari meriahkan acara Haul BP Tasri dan Ibu Tuminah di Kemasan, Klepu, Pringapus.

KH. Lubabul Fuad, Ulama dari Gondoriyo Bergas

KH. Lubabul Fuad, Ulama dari Gondoriyo Bergas

KH. Lubabul Fuad AR merupakan salah satu ulama yang aktif dalam berbagai kegiatan pengajian dan majelis keagamaan di wilayah Kabupaten Semarang dan sekitarnya. Sejumlah pemberitaan menyebut beliau berasal dari Gondoriyo, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang. Pada kegiatan Haflah Akhirussanah Madrasah Diniyah Nurul Huda Ketro di Kabupaten Kendal pada Februari 2025, beliau hadir sebagai pembicara mauidhoh hasanah dan disebut sebagai KH. Lubabul Fuad dari Gondoriyo, Semarang.

Aktivitas dakwah KH. Lubabul Fuad juga terlihat di wilayah Gondoriyo dan sekitarnya. Dalam sejumlah kegiatan keagamaan di kawasan tersebut, beliau hadir sebagai pengisi tausiyah bersama tokoh-tokoh agama lainnya. Salah satu kegiatan yang diberitakan pada awal 2025 berlangsung di Masjid Mansya’ul Huda, Gondoriyo, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, dalam rangka Haul KH. Abdul Rosyid dan Nyai Hj. Siti Hidayah.

Secara kelembagaan, nama K.H. Lubabul Fuad AR juga tercantum dalam struktur resmi Majelis Ulama Indonesia (MUI) sebagai Anggota Komisi Dakwah MUI. Posisi tersebut memperlihatkan keterlibatan beliau dalam aktivitas dakwah dan pembinaan keagamaan di tingkat kelembagaan.

Kedekatan beliau dengan wilayah Gondoriyo, Bergas, serta aktivitasnya dalam berbagai majelis keagamaan di Kabupaten Semarang membuat kehadiran KH. Lubabul Fuad dalam Haul BP Tasri dan Ibu Tuminah di Kemasan, Pringapus, menjadi bagian penting dari rangkaian kegiatan tersebut.

Gus M. Khoirul Anwari, Aktif dalam Majelis Sholawat di Semarang

Gus Muhammad Khoirul Anwari, yang dalam sejumlah publikasi juga dikenal sebagai Gus Arul, merupakan salah satu tokoh yang aktif dalam kegiatan majelis sholawat dan dakwah di wilayah Semarang dan sekitarnya. Dokumentasi kegiatan yang beredar menunjukkan keterlibatan beliau dalam berbagai agenda Majlis Majazi Al Hasan (MMA) di Semarang, termasuk kegiatan rutinan dan majelis pembacaan Maulid.

Gus M. Khoirul AnwariKeterlibatan Gus Muhammad Khoirul Anwari dalam majelis sholawat juga kerap berjalan bersama Hadrah MMA dan para jamaah Majlis Majazi Al Hasan. Sejumlah dokumentasi kegiatan memperlihatkan beliau hadir dalam agenda sholawat bersama Hadrah MMA, baik dalam kegiatan rutin maupun acara sholawat di berbagai wilayah.

Aktivitas tersebut membuat sosok Gus M. Khoirul Anwari cukup lekat dengan kegiatan majelis sholawat di lingkungan masyarakat Semarang. Dalam sejumlah agenda, beliau tampil bersama kelompok hadrah dan mengajak jamaah untuk mengikuti lantunan sholawat secara bersama-sama.

Dalam kegiatan Haul Bp Tasri dan Ibu Tuminah di Kemasan, Klepu, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang, Gus M. Khoirul Anwari hadir dalam sesi majlis sholawat yang diiringi Hadrah MMA dari Mbalongsari, Pringapus. Kehadiran beliau membuat sesi sholawatan menjadi salah satu bagian yang paling semarak, ketika ratusan jamaah ikut larut dan bersholawat bersama.

Kekompakan Keluarga Besar Mendapat Pujian

Salah satu hal menarik dalam pelaksanaan acara tersebut adalah keterlibatan dan kekompakan keluarga besar penyelenggara.

Berbagai persiapan dilakukan secara bersama-sama. Mulai dari penataan lokasi, penerimaan jamaah, kebutuhan konsumsi, hingga berbagai kebutuhan teknis acara.

Kekompakan tersebut bahkan mendapat perhatian dan apresiasi dari KH. Lubabul Fuad.

Dalam kesempatan tersebut, kekompakan keluarga besar dalam menyokong terselenggaranya acara menjadi sesuatu yang patut diapresiasi. Sebab, acara haul yang mampu menghadirkan ratusan jamaah tentu membutuhkan dukungan banyak pihak dan semangat kebersamaan.

Semangat gotong royong inilah yang membuat kegiatan berjalan dengan suasana yang hangat dan penuh kekeluargaan.

KH Lubabul Fuad dan Gus M Khoirul Anwari dalam Haul BP Tasri dan Ibu Tuminah di Pringapus

KH Lubabul Fuad dan Gus M Khoirul Anwari dalam Haul BP Tasri dan Ibu Tuminah di Pringapus

UMKM Lokal Ikut Menghidupkan Suasana

Selain kegiatan keagamaan, geliat masyarakat juga terlihat dari kehadiran sejumlah pelaku UMKM lokal di sekitar lokasi.

Berbagai usaha masyarakat turut meramaikan kegiatan. Kehadiran mereka memberikan warna tersendiri sekaligus membuka peluang ekonomi bagi warga.

Jamaah yang datang dari berbagai daerah dapat menikmati sekaligus membeli produk yang ditawarkan para pelaku UMKM.

Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan masyarakat berskala cukup besar seperti haul juga dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar, khususnya bagi pelaku usaha kecil.

Didukung Talenta Lokal Pringapus

Kesuksesan pelaksanaan acara ini juga tidak lepas dari dukungan berbagai pihak.

Untuk kebutuhan audio sound system dan lighting, kegiatan didukung oleh Nahda Audio Sound System dari Mbalongsari, Pringapus.

KH Lubabul Fuad dan Gus M Khoirul Anwari dalam Haul BP Tasri dan Ibu Tuminah di Pringapus

Sementara untuk kebutuhan hadrah dan sholawat, tampil Hadrah MMA dari Mbalongsari, Pringapus, yang turut menghidupkan suasana majelis bersama jamaah.

Kolaborasi berbagai pelaku lokal tersebut memperlihatkan bahwa sebuah kegiatan masyarakat dapat ditopang oleh potensi dan sumber daya yang ada di lingkungan sendiri.

Visual Broadcasting Mengabadikan Momentum Acara

Sementara itu, kebutuhan visual dan dokumentasi kegiatan ditangani oleh Erga Digital. Tim produksi tidak hanya mendokumentasikan jalannya acara, tetapi juga berupaya menangkap berbagai momen yang menggambarkan suasana majelis, mulai dari penampilan pengisi acara, lantunan sholawat, hingga antusiasme jamaah yang hadir.

Dalam pelaksanaannya, produksi dikemas dengan pendekatan visual broadcasting, sehingga gambar yang ditampilkan tidak hanya berfungsi sebagai dokumentasi, tetapi juga membantu menghadirkan kembali suasana acara kepada masyarakat yang menyaksikannya melalui kanal digital.

KH Lubabul Fuad dan Gus M Khoirul Anwari dalam Haul BP Tasri dan Ibu Tuminah di Pringapus

Mulai dari pengambilan gambar, switching, tata visual siaran, hingga elemen grafis pendukung, seluruhnya disusun untuk memberikan pengalaman visual yang lebih informatif dan menarik.

Bagi Erga Digital, setiap kegiatan memiliki cerita dan momentum yang layak untuk diabadikan. Karena itu, produksi visual tidak berhenti pada kebutuhan live streaming, tetapi juga dapat menjadi bagian dari dokumentasi dan publikasi media setelah acara selesai.

Dengan pendekatan tersebut, sebuah kegiatan tidak hanya tersimpan sebagai rekaman, tetapi dapat dikembangkan menjadi materi publikasi yang memperpanjang cerita dan jangkauan sebuah acara di ruang digital.

Create. Capture. Broadcast.
Bukan sekadar menyiarkan acara, tetapi menangkap momen dan mengemasnya menjadi cerita visual yang bernilai.

Menjaga Tradisi, Menguatkan Silaturahmi

Haul BP Tasri dan Ibu Tuminah menjadi gambaran bagaimana tradisi keagamaan, kekeluargaan, dan kehidupan masyarakat dapat berjalan berdampingan.

Ratusan jamaah hadir, keluarga besar kembali berkumpul, masyarakat sekitar ikut terlibat, UMKM mendapatkan ruang untuk bergerak, sementara para pelaku kreatif lokal turut mengambil bagian dalam menyukseskan kegiatan.

Dari lantunan sholawat yang menggema di tengah jamaah hingga tausiyah yang disampaikan para ulama, malam itu menjadi momentum untuk kembali mengingat pentingnya doa, silaturahmi, kebersamaan, dan gotong royong.

Dan dari Kemasan, Klepu, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang, satu hal terlihat jelas:

Sebuah acara besar tidak selalu lahir dari sesuatu yang besar. Kadang, ia tumbuh dari keluarga yang kompak, masyarakat yang peduli, dan banyak tangan yang bekerja bersama.

You might also like
Leave A Reply

Your email address will not be published.